LATAR BELAKANG
Seiring dengan
bertambahnya waktu, dan semakin pesatnya perkembangan penduduk yang ada di
lingkungan kami, yang secara automatis memerlukan sarana prasarana umum yang
sangat dibutuhkan, atas dasar itu kami selaku warga dan segenap jajaran
sepakat, tanah wakap seluas 186 m2 yang berlokasi di Blok Cisaladah RT
03 RW 07 Desa. Hegarnanah Kec. Jatinangor Kab Sumedang – Jawa Barat akan kami
jadikan sebuah Masjid Adz-Dzikra Seperti
kita pahami bahwa sejak zaman Rasulullah Muhammad SAW, masjid bukan hanya
tempat ibadah tetapi merupakan pusat kegiatan berdimensi luas. Ketika
Rasulullah SAW dan para sahabatnya Hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau
singgah di suatu tempat yang dikenal dengan Quba. Disinilah Rasulullah
membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Quba. Begitu juga ketika sampai
di Madinah Rasulullah membangun Masjid Nabawi. Ini semua menunjukan bahwa masjid
memiki kedudukan yang sangat penting bagi kaum muslimin.
Pada zaman Rasulullah
SAW, masjid menjadi sarana untuk memperkokoh iman para sahabatnya. Di samping
itu, masjid juga digunakan sebagai sarana peribadatan dan tempat mengkaji
ajaran Islam. Allah berfirman :
Hanyalah yang
memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah,
dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan Shalat, menunaikan Zakat, dan tidak
takut(kepada siapa pun) selain kepada Allah maka merekalah orang-orang yang
diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.
(QS: At-Taubah: 8)
Masjid mengajarkan
kaum Muslimin banyak hal. Dalam shalat berjamaah misalnya, banyak sekali pelajaran
yang bisa kita ambil. roh Jama`i dan
kebersamaan, ketaatan kepada pemimpin, tujuan hidup yang satu, kesamaan langkah
dan gerak, dan masih banyak pelajaran lainya bisa kita ambil dari tempat yang
suci ini.
Kebersihan juga
pelajaran penting yang bisa diambil dari roh dan semangat Masjid. Berangkat ke masjid
dalam keadaan berwudhu dan melepas alas kaki ketika memasuki masjid. Hal ini
mengajarkan kepada setiap pribadi muslim untuk menjaga kebersihan, setiap
mereka harus memulai pekerjaan sehari-harinya dengan niat yang bersih.
Rasulullah SAW
menjadikan masjid sebagai sentral ilmu pengetahuan. Dari masjidlah Rasulullah
membina masyarakat baru Madinah. Ahlu
Suffah adalah mereka yang banyak mengambil manfaat dari ajaran Rasulullah.
Disamping mereka tinggal di bagian belakang masjid mereka juga sangat tekun
menghafal hadist-hadist Rasullah SAW. Abu Hurairah adalah salah seorang dari
ratusan Ahli Shuffah yang banyak
meriwayat hadis dibandingkan sahabat lainya. Tradisi menjadikan masjid sebagai
pusat ilmu pengetahuan ini diteruskan oleh para Ulama Muslimin dalam
mengembangkan Risalah Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW.
Di era modern
sekarang ini kita harus mampu memerankan dan memakmurkan Masjid. Memakmurkan Masjid
mempunyai dua pengertian. Hissi dan maknawi. Hissi berarti membangun Masjid
secara fisik, membersihkanya, melengkapi sarana wudhuk dan yang lainya.
Sedangkan memakmurkan Masjid secara Maknawi adalah meramaikan Masjid dengan
shalat berjama`ah, membaca Al-quran, i`tikaf, dan ibadah lainya. Dan yang tidak
kalah penting adalah menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan dan pengembangan
masyarakat.
Di samping itu kita
harus bisa memposisikan masjid sebagai wadah pemersatu kaum muslimin.
Menghidupkan kembali peranan masjid dengan segala macam aktivitas yang telah
kita paparkan di atas yang telah terbukti membawa kaum muslim pada puncak
peradaban besar. Wallahu a`lamu bissawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar